Cara membuat Putri Salju Klasik, resep

  1. Tepung terigu disangrai sampai kering lalu kemudian diayak. Sisihkan.
  2. Kocong dengan mixer Margarin, room butter, gula halus & vanili bubuk hingga tercampur rata. Masukkan kuning telur, kocok kembali.
  3. Tambahkan tepung terigu & susu bubuk aduk sampai tercampur rata menggunakan spatula.
  4. Panaskan oven 170 derajat. Pulung adonan bulat2 kecil, lalu susun dalam loyang yang telah dioles margarin. Panggang sampai matang.
  5. Bila sudah matang, panas-panas segera gulingkan di gula halus sampai tertutup rata. Diamkan hingga dingin kemudian simpan dalam toples rapat. Sajikan yummyy.

Bahan-bahan dalam resep Putri Salju Klasik diatas adalah sebagai berikut

  • 200 gram Margarin
  • 100 gram Gula Halus
  • 2 Kuning Telur
  • Gula Halus secukupnya untuk taburan ( Mama saya pakai gula pasir yang diblender sampai halus)
  • 2 Sdm Susu Bubuk
  • 450 gram Tepung Terigu serba guna
  • 100 gram Room Butter
  • 1 sdt Vanili Vubuk

Resep Putri Salju Klasik Resep ini saya dedikasikan khusus untuk Alm. Ibu saya. Kue putri salju ini selalu menjadi andalan ibu saya ketika lebaran tiba. Kue ini dibilang klasik karna bahan-bahannya yang sederhana terdiri dari terigu, margarin, gula & telur, walaupun begitu rasanya tidak kalah dengan kue putri salju modern lainnya. Rasanya yang manis dan juga yang paling utama teksturnya yang lembut dan langsung lumer dimulut membuatnya disukai banyak orang. Saya masih ingat ibu kadang sampai kewalahan membuatkan pesanan orang-orang dikala Idul Fitri menjelang. Saya pun diberdayakan untuk membantu ibu, tentu saja saat itu dengan perasaan sedikit kesal karna tidak bisa pergi bermain. Tetapi saat ini moment-moment seperti itulah yang selalu saya rindukan. Dengan resep ini saya berharap dapat menghadirkan kembali cinta kasih ibu serta manis & lezatnya masakan ibu sehingga anak saya pun dapat merasakan kehangatan cinta neneknya dalam setiap gigitan kue ini walaupun dia tidak pernah bertemu sekalipun. Seperti ketika sanak saudara saya katakan jika memakan kue kering ini maka merekapun akan langsung teringat pada ibu saya yang dulu selalu rajin membuat kue ini saat lebaran tiba. Cita rasanya yang sederhana membuatnya selalu disukai.