Cara membuat POHUL-POHUL, resep kue

  1. Campur tepung beras, tepung ketan, gula pasir, vanili bubuk dan garam.
  2. Tambahkan sedikit air untuk mempermudah saat membuat kepalan, ambil adonan lalu beri gula merah lalu kepal-kepal hingga padat.
  3. Letakkan daun pandan di dasar kukusan, lalu beri pohul-pohul diatasnya.
  4. Setelah pohul-pohul matang ( 20 menit), siap dinikmati bersama keluarga.

Bahan-bahan dalam resep kue POHUL-POHUL diatas adalah sebagai berikut

  • 150 gr tepung ketan
  • 1 sdm gula pasir (sesuaikan manisnya)
  • 350 gr tepung beras
  • 125 gr gula merah, sisir halus
  • 1 sdt garam
  • 3 lbr daun pandan, potong sesuai selera
  • Sedikit air
  • 1/2 sdt vanili bubuk

Waktu : 35 menit

Porsi : 5 Orang

Resep Kue POHUL-POHUL Kue Pohulpohul atau Itak Pohulpohul adalah kudapan khas tradisional Batak, yang berasal dari Tapanuli. Bentuknya seperti kepalan jari tangan, mirip Itak Gurgur karena alat cetaknya cukup sederhana --- yakni kepalan jari tangan, itulah sebabnya disebut "pohulpohul" yang artinya Kepalan. Terdapat sedikit perbedaan antara Pohulpohul dan Gurgur, antara lain : Pohulpohul hanya menggunakan tepung, tidak seperti Gurgur yang dicampur parutan kelapa. Pohulpohul dikukus dahulu sebelum disajikan, tetapi Gurgur bisa langsung dikonsumsi setelah dibuat. Kue pohulpohul mengandung gizi seperti : Karbohidrat, Protein, Vitamin B (B1, B2, B3, B6), Zat besi, Kalsium, Lemak, Omega 3 dan Serat. Pohulpohul sering menjadi buah tangan bagi pihak keluarga yang datang berkunjung dalam rangka pembicaraan adat, misalnya : membicarakan rencana perkawinan putra dan putri kedua belah pihak. Tentu saja pohulpohul ini hanya sebagai oleh-oleh pendamping/pelengkap belaka dari oleh-oleh utama, yakni berupa makanan 'berat' dari ikan mas. Pohulpohul yang bentuknya mengikuti siluet kepalan tangan, yakni bekas jari-jari yang membentuk pohulpohul tersebut. Sehingga tepung beras sebagai bahan utamanya menjadi padat dan saling mengisi, merupakan perlambang dari bagaimana pembicaraan adat di antara kedua belah pihak (paranak dan parboru) berlangsung. Dalam proses yang diwarnai oleh dialog dan negosiasi tersebut, adakalanya terjadi saling lempar perkataan yang menusuk atau menyinggung perasaan. Namun seperti pada pohulpohul, di mana tepung saling mengisi dan saling memadatkan diri --- kiranya diharapkan demikianlah perkataan-perkataan yang bermunculan dalam pembicaraan adat, saling mengisi dan saling memadatkan dengan tiada lain tujuannya adalah untuk menyempurnakan hajatan adat yang sedang dipersiapkan.