Cara membuat ALE-ALE Serabi khas Sawahlunto, resep kue

  1. ADONAN COKLAT : a) Blender gula merah, tape singkong dan air kelapa.kemudian saring.
  2. b) Tuang air tape sedikit demi sedikit pada tepung beras, sambil diuleni.
  3. c) Tambahkan santan, aduk hingga rata. Tutup adonan menggunakan kain bersih, lalu sisihkan.
  4. ADONAN HIJAU : a) Campur tepung beras, tepung terigu, baking powder, ragi instan, gula dan garam. Aduk hingga rata, sisihkan.
  5. b) Rebus santan hingga mendidih, lalu tambahkan air daun pandan suji. Aduk rata, biarkan hingga agak hangat --- suam2 kuku.
  6. c) Tuangi tepung dengan santan sedikit demi sedikit, aduk dan usahakan tidak terdapat gumpalan dalam adonan.
  7. d) Terakhir, masukkan telur dan mentega cair. Aduk hingga rata, biarkan selama 1-2 jam hingga adonan muncul gelembung busa.
  8. Siapkan wajan anti lengket atau cetakan serabi, olesi permukaannya dengan minyak. Setelah betul-betul panas lalu tuang 1 sendok sayur adonan hijau diatasnya, tambahkan 2-3 sdm adonan coklat di tengahnya.
  9. Masak dengan api kecil hingga semua bagian adonan tampak matang dan mengeras. Angkat, sisihkan. Lakukan langkah 8 dan 9 hingga semua adonan habis.
  10. Ale-ale lebih enak dimakan selagi hangat.

Bahan-bahan dalam resep kue ALE-ALE Serabi khas Sawahlunto diatas adalah sebagai berikut

  • 100 ml air daun pandan suji (3 lbr daun pandan + 5 lbr daun suji + 100 ml air)
  • 2 btr telur, kocok lepas
  • ADONAN COKLAT
  • ADONAN HIJAU
  • 150 gr tepung terigu (protein sedang)
  • 1/2 sdt garam (secukupnya)
  • 75 gr tape singkong
  • 100 ml air kelapa
  • 3/4 sdt baking powder
  • 75 gr gula merah (sesuai selera)
  • 100 gr tepung beras
  • 1 1/2 sdm mentega/margarin cair
  • 115 ml santan kental
  • 100 gr gula pasir (sesuai selera)
  • 150 gr tepung beras
  • 3/4 sdt ragi instan
  • 650 ml santan (dari btr kelapa)

Waktu : 65 menit

Porsi : 6 Orang

Resep Kue ALE-ALE Serabi khas Sawahlunto Ale-ale merupakan makanan khas dari dusun Tangah Sawah, desa Silungkang Duo kotamadya Sawahlunto, propinsi Sumatera Barat. Terdapat pula di daerah Muaro Sijunjung dan Solok. Bentuknya mirip SERABI yang tersohor dari pulau Jawa, tetapi tidak memakai kuah santan sehingga memiliki cita rasa berbeda yang enak dan lembut. Konon katanya, kue ini sudah ada sejak jaman nenek moyang. Tidak diketahui, kenapa dinamakan ALE-ALE. Biasanya terbuat dari tepung beras, air kelapa, gula aren dan (air) parutan pandan. Kue ini banyak ditemui saat pagi hari (mulai dari Subuh, sampai jam 6 pagi), dan selalu dijadikan sebagai menu sarapan masyarakat setempat --- selain Bubu samba. Dengan kelezatan serta aroma khas yang dimilikinya, makanan ini menjadi salah satu incaran konsumen. Cemilan ini dapat dimakan oleh siapapun, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Bahkan ale-ale juga dipesan oleh para perantau untuk setiap acara-acara di luar Silungkang, seperti Jakarta dan daerah lainnya. Saat berlangsungnya PAMERAN dan FASHION SHOW SONGKET SILUNGKANG di Taman Ismail Marzuki (TIM) Cikini Jakarta Pusat pada tanggal 30-31 Oktober 2012, ale-ale dijadikan sajian pengisi Los Lambung (stand makanan) acara tersebut --- berdampingan dengan Coki, Lupi (lupis), Sop dan Soto. TIPS : Untuk mempercepat proses fermentasi, letakkan mangkuk berisi adonan diatas mangkuk berisi air hangat. Tapi selalu awasi, agar tidak timbul terlalu banyak gelembung pada adonan karena akan membuat adonan terasa asam (proses fermentasi berlebih). Berikut adalah resep ALE-ALE Serabi Sawahlunto yang sudah saya coba membuatnya