Cara membuat Chicken Macaroni Stew, resep

  1. Didihkan air 1 liter saja. Rebus makaroni dalam air mendidih sekitar 5-7 menit saja, kalau bahasa Italy-nya aldente. Setelah itu angkat & tiriskan.
  2. Didihkan sisa air yang ada (1 liter), ambil 1/2nya untuk merebus ayam. Masukkan ayam dalam air mendidih. Tunggu sekitar 5 menit. Angkat & tiriskan, buang air bekas rebusannya. Masukkan sisa air yang 1/2 liter terakhir. Rebus ayam hingga ayam empuk dan kaldu ayam tampak sudah terbentuk. Sementara itu, panaskan wajan, masukkan minyak goreng. Setelah panas, tumis bawang putih hingga kekuningan. Masukkan irisan bawang bombay. Masak hingga layu. Tuangkan susu cair.
  3. Sementara menunggu susu mendidih, daging ayam disuwir-suwir. Setelah susu mendidih, masukkan irisan jamur champignon serta suwiran ayam, jangan lupa masukkan juga makaroni yg telah di tiriskan tadi. Masukan juga pala, merica, dan garam. Setelah mendidih, tunggu sekitar 5 menit lalu matikan kompor. Chicken Macaroni Stew siap dinikmati dalam keadaan hangat.
  4. Hidangan ini cocok sekali dihidangkan waktu siang hari karena terasa sangat segar dan tidak eneg meskipun memakai susu. Bon apetit!

Bahan-bahan dalam resep Chicken Macaroni Stew diatas adalah sebagai berikut

  • 250 gram makaroni, mau elbow atau ulir silakan saja, di sini saya pakai yang ulir
  • 1 sdt merica bubuk
  • 1/4 butir pala, haluskan
  • 2 liter air
  • 1 buah bawang bombay berukuran besar, iris
  • 4 siung bawang putih, cincang
  • 50 gram champignon, ini bahasa Indonesianya kalau tidak salah jamur kancing, iris tipis
  • 2 sdm minyak goreng untuk menumis, saya memakai minyak zaitun
  • 250 gram Ayam cuci bersih
  • 300 ml susu cair, kalau saya menggunakan 6 sdm susu bubuk anak saya dicampur 300 ml air hangat
  • 2 sdt garam, atau sesuai selera

Waktu : 45 menit

Porsi : 6 Orang

Resep Chicken Macaroni Stew Berawal dari ibu mertua yang menghidangkan setup makaroni Solo yang super laziz, saya pun menanyakan resepnya. Dan seperti biasanya, sang ibu mertua menuturkan cara memasak lengkap dengan bumbunya tanpa memberikan detail takaran masing-masing bahan. Hadeehhh... Lagi-lagi saya harus menerapkan ilmu kira-kira. Meskipun kala itu saya tidak mencatat pada media apapun, ingatan saya lah yang menjadi andalan. Saya beruntung bisa menyimpan resep-resep yang awalnya saya simpan di otak saya ini di laman cookpad di mana bisa saya akses di mana pun saya berada. Dan memori otak saya ini bisa saya gunakan untuk hal lain.